Minggu, 15 Januari 2012

“ S.A.H.A.B.A.T J.A.D.I C.I.N.T.A "


dRaMa                                                                                                                                         
                                               
                                                                        “ S.A.H.A.B.A.T    J.A.D.I   C.I.N.T.A                   
Nama anggota           :
*      AGUSTINA SANDA
*      GERMANA
*      RINALDY
*      SANDRA ANDILOLO
*      TRI ARIANTOMO
*      WYLLMARZ S.PASANGKA

                Tak terasa, selama tiga tahun berada di SMP, aku dan ketiga sahabat ku melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA.  Di kompleks kami ,mempunyai tiga sekolah menengah umum ( SMA ). Darisitu kami bingung untuk memilih sekolah yang menurut kami terbaik. Risky dan toni berpikir untuk memilih untuk masuk SMA 1 hartaco indah tapi di lain pihak : vino dan shiren lebih memilih untuk masuk ke SMA katolik hartaco indah. Namun, karena kami tidak mau merusak persahabatan di antara kami, jadi kami memilih jalan tengah untuk masuk ke SMA 3 hartaco indah. Akhirnya kami pun sepakat.

Risky                      : vin, nih kan hari pertama sekolah, so apa pendapat mu mengenai sekolah baru                                                 kita? (sambil merangkum pundak vino).

Vino                       : yah begitulah, kamu kan tahu kalau aku paling tidak suka sekolah yang sangat                                    di siplin. (sambil menundukkan kepalanya).

Toni                       : hahaha,,,kok kamu begitu sih. Harusnya kan kamu bangga bisa lulus tes di                   sekolah yang sejak dulu kita damba- dambakan.( ketawa terbahak-bahak).

Shiren                   : iya nih,,,sejak dulu sifat vino memang begitu.

Risky                      : vin, enjoy aja kale…apa kamu sudah lupa tujuan kita masuk di sekolah ini? ( menuju ke kursi vino).

Vino                       : apaan???….kayaknya hanya belajar dan belajar!. (menatap risky dengan serius).

Risky                      : itu loh….kita kan masih nge-jomblo, so kita harus cari cewek yang bisa kita jadikan sebagai pacar. Apalagi sekolah ini terkenal dengan cewek- ceweknya yang super hot dan beautiful.
Vino                       : oo…itu!! Hmmm,,,harus itu. Apalagi kita kan masuk anggota basket, jadi pastilah cewek- cewek akan nempel sama kita.

Risky                      : kayak perangko aja yang nempel.

                                lima bulan lamanya kami berempat bersekolah di sini. Berbagai pengalaman baik suka maupun duka telah kami jalani, seperti mendapatkan nilai anjlok, kadang- kadang di hukum, bolos, dll. Namun itu semua tidak membuat persahabatan kami lenggang. Suatu hari, kami terkejut melihat ada siswi baru menuju ke kelas kami.
Toni                        : vin…vin…! Loe lihat nggak ada siswi baru dari sana.( sambil menunjukkannya).
                Vino                       : mana,,,???
              Toni                       : loe buta kah?? Itu loe yang pakai baju putih yang di temani seorang ibu. Udah                                 lihat?
                Vino                       : iya…aku sudah lihat. waW…mudah- mudahan siswi itu menuju ke kelas kita   yah…

                                Semua siswa- siswi yang ada dalam kelas itu akhirnya bingung semua. Pak riswandi langsung masuk kelas dan memberitahukan kepada kami semua. Vanya, silakan perkenalkan dirimu.
Vanya                    : hai semua…perkenalkan saya vanya velove. Saya pindahan dari SMA 1     surabaya. Teman- teman semua bisa panggil saya vanya. Makasih.(senyum pada semua orang di kelas itu).
Pak riswandi       : vanya, silakan kamu duduk di meja paling sudut di belakang. Kamu akan duduk  bersama dengan risky.
Vanya                    : iya pak…(menuju tempat duduknya).
Risky                      : hi…saya risky, hmmm….silakan duduk!!
Vanya                    : saya vanya….makasih.(sambil duduk).

                Seminggu setelah kedatangan vanya di kelas itu, risky sudah menunjukkan sikap yang agak tidak memperdulikan lagi terhadap sahabatnya.

Shiren                                   : plendzzz,,,kayaknya risky jatuh cinta deh!!
Toni                                        : iya nih,,,semenjak kedatangan vanya di kelas kita, risky sudah berubah 100%.
Vino                                       : power ranger kale yang berubah….hahahahha!
Shiren                                   : Edd, kaw ini vino..orang lagi serius,,,ehh tahu-tahunya kau cuman bercanda.
Toni                          : iya nih….pantasan aja sejak dari dulu kaw tidak punya kekasih,,,kelakuanmu saja udah kayak anak kecil. Ehh, gue kasih taw yah…kalau sikap loe masih seperti anak TK, pasti sepanjang hidup loe tidak akan pernah merasakan indahnya falling in love.
Vino                         : iya kah…(sambil ngeledek).
Shiren                      : gue sumpahin loe nggak dapat pacar.
                   Risky pun menceritakan kisah hidup vanya saat ia masih sekolah di SMA dulunya di Surabaya. Ternyata ia juga sama dengan kita, ia mempunyai seorang sahabat yang sangat baik. Tapi nasib sial menimpa sahabatnya itu, ia meninggal saat mengendarai sebuah motor. Saat itu, vanya kesepian, hingga akhirnya vanya pindah.
Risky                      : shiren, bagaimana kalau kita masukkan vanya ke dalam genk kita.
Shiren                   : maksudnya di jadikan sahabat???
Risky                      : iya lah…bgmn?
Shiren                   : aku sih fine- fine aja…tapi coba Tanya toni dan vino?
Risky                      : vin and ton…cepat ke sini. (memanggil dgn nada yang agak keras).
Vino dan toni     : opo sowbat???
Risky                      : bagaimana kalau vanya kita jadikan sahabat.?
 Vino dan toni    : bagaimana yah…???
Risky                      : plizzz,,,aku mohon???
Vino dan toni     : okelah…tak ada masalah bagi kami.

                   Genk persahabatan mereka pun bertambah satu orang. Risky, shiren, toni, vino, dan vanya. Mereka pun mulai berkenalan sambil mengenal karakter masing- masing. Tanpa di sadari, terjadilah percintaan di dalam genk persahabatan tersebut. Mereka mulai menyatakan perasaan yang paling dalam di antara mereka.
Risky                      : vanya…sebenarnya...!!! (sambil memegang tangan vanya).
Vanya                    : sebenarnya apa??
Risky                      : gini,,sebenarnya sejak aku bertemu dengan mu, aku mulai menyukai mu. Perasaan ini sudah lama aku pendam. Namun baru kali ini aku menyatakan rasa cinta ku sama kau. Apakah kau mau menerima ku sebagai pacar mu?
Vanya                    : hmmmm……..( diam tanpa kata)
Risky                      : kenapa kau diam??  Apakah itu pertanda kalau kau menolak ku?
Vanya                    : sebenarnya sejak berkenalan dengan mu, aku sudah merasakan adanya getaran cinta. Namun pada saat itu, aku masih ingin mengenal lebih dalam tentang dirimu. Tapi sekarang aku sudah taw semua tentang dirimu.?
Risky                      : intinya???
Vanya                    : aku mencintai mu.
Risky                      : jadi, aku di terima donk.(menatap vanya dengan penuh harapan)
Vanya                    : tentu…I LOVE U…!!!

                                                      Satu hari setelah mereka pacaran, ternyata semua siswa- siswi di sekolah itu sudah mengetahui nya. Begitu pun dengan ketiga sahabatnya, awalnya mereka tidak percaya namun mereka pun percaya saat risky dan vanya menjelaskan nya kepada mereka.

Shiren                   : selamat nah…semoga langgeng dan satu lagi!. jangan lupa persahabatan kita.
Vino                       : huft…banyak omong loe shiren!
Shiren                   : mau- mau gue toh…banyak bacot loe!
Toni                        : buat sahabat ku,,,aku dan shiren juga minta maaf sama kalian karena sejak kita    masuk di sekolah ini, kami sudah berpacaran.
Vino                       : lihat neh toni sama shiren,,,inikah namanya sahabat kalau menyimpan  berjuta- juta rahasia.(sambil menatap mukanya toni sama shiren).
Shiren dan toni : maaf deh….!!!
Risky dan vanya                : akhirnya kita pun memiliki pasangan masing- masing.
Shiren dan toni : kecuali…..??
Risky dan vanya                : vino maksud kamu…?
Shiren dan toni : siapa lagi kalau bukan dia…vino kan udah di takdirkan nge-jomblo seumur hidup. Hahaha….
Vino                      : daripada kalian…sahabat kok di jadikan pacar. Apa nggak salah tuh?
Risky dan vanya                : emangnya salah apa…?? Nggak kan…apalagi nggak ada dalam undang- undang mengenai adanya larangan mencintai sahabatnya ndiri.
Shiren dan toni : betul…betul…betul…! Sahabat kan bisa di jadikan cinta. Kayak lagunya…hmmm,,,siapa lagi yang nyanyiin??
Risky dan vanya                : zigaz,,,sahabat jadi cinta.
Shiren dan toni : yupzz…
Vino                      : emangnya gue pikirin apa? Nggak lah…mau sahabat jadi cinta, cinlok, cinta monyet,,,that’s all not important for me! Khey…
Shiren dan toni : but very important for me…
Risky dan vanya                : udahlah…lebih baik kita PEACE…??? Gimana?
Shiren dan toni : so pasti, marilah kita menatap masa depan yang sedang terpampang di depan kita.
Vino                      : harus itu. Persahabatan di antara kita tak akan pernah luntur walau suatu saat ajal akan mengabaikan kita.
Risky dan vanya                : that is life. Life is about choice but just one is right.

                      Mereka pun menjalani hubungan persahabatan dan percintaan di antara mereka, kecuali vino yang sampai sekarang masih nge-jomblo. Mereka selalu bersama- sama mengiringi langkah hidup ke depan. Sahabat pun bisa menjadi cinta……

                                                                    T.H.E         E.N.D

                               






Be Mine



CAMPING


CAMPING
Pagi hari ini,suasananya sangat cerah. Ketika matahari menampakkan kemegahannya, Graysia sudah siap berangkat kamping ke Puncak, Bogor bersama teman-temannya dengan bekal yang sudah disiapkannya semalam. Ia berangkat naik bus wisata yang dua minggu lalu sudah dipesan sekolahnya. ”Hai Rin,kamu ikut?” tanya Graysia kepada Varin saat akan berangkat. ’’Tentu saja, aku kan juga ingin melihat suasana malam disana, eh kamu tahu tidak, katanya di hutan yang berada di Puncak buat kamping kita itu, banyak anjing hutannya lho….’’ jawab Varin.
’’Maksud kamu, serigala?’’ tanya Graysia penasaran ’’Iya lah….’’
’’Ih serem ya!’’
Sudah setengah hari Graysia di dalam bus. Dia sudah tidak sabar lagi untuk segera sampai di tempat tujuan. ’’Belum sampai juga ya?’’ tanya Graysia, ”Sabarlah nanti juga akan sampai,’’ hibur Varin. ’’Graysia !’’ ’’Hah, ada apa?’’ ’’Sudah sampai nih, ayo turun! Cepatlah sedikit’’ ’’Iya…,cerewet banget sih.’’
’’Wah…indah ya…, eh Rin memangnya di sini benar banyak anjing hutannya?’’ tanya Graysia mulai takut. ’’Benar. Aku tidak bohong, malahan di sini juga banyak burung gagaknya loh!’’ ’’Burung gagak? Yah itukan cuma burung. Di hutan memang banyak burungnya kan.?’’ ’’Tapi ini beda. Aku pernah dengar, kata orang dulu nih, kalau ada yang mendengar suara burung gagak,itu tandanya salah satu orang yang mendengarnya ataupun orang terdekat kita akan ada yang meninggal,’’ jelas Varin. ’’Alah, itu tahayul!’’
Malam hari telah tiba, rembulan telah menampakkan diri ditemani bintang-bintang yang anggun. Graysia dan teman-temannya segera membuat api unggun. “Wah, bulan purnama di sini indah ya Rin,’’ kata Graysia sambil menikmati indahnya bulan purnama di bawah rindangnya pohon mahoni. ’’Iya Grays, tapi yang aku takutkan jika ada anjing hutan yang melolong tengah malam nanti.’’ Varin mulai khawatir. ’’Memangnya kenapa?’’ ’’Ih… Graysia, kalau ada anjing hutan yang melolong di bulan purnama, maka salah satu orang yang kita kenal atau bahkan, aakh…!!!’’ Teriak Varin.
’’Varin, kenapa kamu? Lihat, teman-teman pada ngelihatin kamu, tahu!’’ Semuanya mulai sibuk kembali dengan aktivitas masing-masing, ’’Bahkan apa, Rin?’’ ’’Ih…ngeri pokoknya.’’ ’’Iya tapi kamu belum selesai ngomong kan? Ayolah, bahkan apa?’’ Dengan terpaksa Varin menjawab dengan nada yang lambat. ’’Bahkan kita sendiri akan…’’ ’’Ya Rin, aku juga tahu maksudmu. Tapi lebih baik lagi kalau kamu istirahat.’’ ’’Ya baiklah, aku juga nggak mau mendengar lolongan anjing hutan dan burung gagak.’’
Sebenarnya Graysia sudah bosan melihat tingkah temannya yang baru dia kenal belum genap dua tahun itu. ’’Apa sih, yang membuat Varin jadi biasa ngarang gitu ya…?’’ gumam Graysia. Tapi itu sudah dilupakan Graysia segera, karena dia tidak mau terlalu memikirkan persoalan yang sepele, apalagi terlalu menghayal. Graysia dan teman-temannya melanjutkan malam api unggun yang menyenangkan tanpa Varin.
Meskipun acara api unggun sudah selesai, Graysia masih sibuk dengan telepon genggamnya hingga tengah malam di depan tenda. Sesekali dia bersorak-sorak atas kemenangannya bermain game. ”Yes…yes…yes…menang juga! Siapa itu…!!!” Dengan terkejut dia menengok ke arah belakang, tampaknya dia mulai gelisah dan takut. ”Grays, sepertinya tidur tanpa teman-teman tidak enak banget deh,” kata Varin mengejutkan Graysia. ”Varin, Varin, hampir saja jantungku lari,” gerutu Graysia. ”Iya deh maaf, eh main apa kamu?” ”Biasa nih, 5-0 hebat kan.” ” Yaaa…lumayan,” puji Varin.
Kali ini, dua pasang mata tertuju pada arah bulan yang membentuk bulatan penuh. ” Suara apa itu Rin ?” tanya Graysia. ” Itu anjing hutan Grays, aku takut nih, kita tidur aja deh! Yuk… Grays, ayo tidur!” “ Iya…iya, aku juga tahu kalau kamu sebenarnya emang penakut kan.” Tampak tersinggung hati Varin, mungkin karena perkataan Graysia sedikit memojokkan dirinya. ” Ya…, sudah. Ayo tidur!”
Dengan segera Graysia mengikuti temannya ke tenda. Sampai akhirnya, direbahkanlah tubuh yang dari sore hari belum menyentuh air sedikit pun. Graysia sebenarnya sudah muak dan bosan mendengar omongan tak berguna dari Varin.
“Rin, Rin…. Varin, sudah tidur?”
Tak ada jawaban dari temannya bukan membuatnya makin kesal, tetapi dia malah ingin mencari tahu dari mana temanya itu berguru tahayul-tahayul yang dia anggap tak ada.
Pagi sudah datang, sinar matahari sudah mulai masuk di balik celah-celah dedaunan. ”Ahh…dasar tukang tidur, hei bangun Grays.” “Apaan sih!” kesal Graysia “Yah tidur lagi.” “Hei, sembarangan, memangnya kamu tahu apa yang kulakukan semalam?” “Bukankah semalam kau tidur bersamaku?” “Itu kan kamu, aku jalan-jalan sama teman-teman yang lain.” “Jadi semalam aku tidur sendirian?” “Ya..iyalah, sama siapa lagi,sama hantu?”
Semua terdiam,tapi suasana berubah saat mereka berdua mendengar suara burung gagak yang sedang bertengger dipohon damar, dekat tenda mereka. “Graysia, kamu dengar suara itu?” “Tentu saja, memangnya kenapa?” “Grays aku sudah bilang kan sama kamu, kalau ada yang mendengar suara burung gagak itu artinya ada yang akan meninggal hari ini, apa kamu tidak takut?” “Itu kan cuma tahayul Tadi malam aku mendengar lolongan anjing, tapi tidak ada kejadian apapun.”
“Sudahlah, hentikan omong kosongmu itu.” “Tapi aku…” “Tapi apa? Aku sudah muak mendengar cerita bohongmu itu, lebih baik kemasi barangmu, sebentar lagi berakhir sudah kamping yang membosankan ini, karena ada si pengganggu dengan cerita-cerita yang tak berguna itu.” “Baiklah…” “Sudah pergi sana, pergilah sejauh mungkin!”
Semua sudah berkemas, sebentar lagi kamping yang menyebalkan bagi Graysia akan berakhir. ”Akhirnya, aku akan pulang. Sekarang aku sudah bebas dari si cerewet Varin.” Graysia sudah melakukan hal yang salah terhadap temannya, dan anehnya Graysia tetap optimis. ”Biarin aja.”
Bagi Graysia, kamping yang menyebalkan ini belum selesai kalau bus yang mereka naiki belum keluar dari pintu gerbang Puncak. Graysia makin kesal ketika ban bus kempes. Perlu waktu lama untuk bisa jalan lagi. ”Yah kempes, turun deh.! Tapi dimana si cerewet Varin ya?” “Ayo turun-turun!” kata pemandu wisata. Bukannya diam, pemandu itu malah bertanya pada Graysia.” Graysia! Dimana Varin?” “Maaf Pak, saya tidak tahu. Bukannya tadi naik bus?” “Ah, tadi kan sama kamu!” “Tidak Pak.”
Wajah pemandu itu tampak cemas, terlihat dari cahaya matanya yang redup.
“Ok…semuanya apa ada yang melihat Varin?”
Semua terdiam tanpa suara sedikitpun, hanya terlihat beberapa anak yang berbisik-bisik. Setelah itu, ”Hei lihat….!” Entah dari mana asal suara itu, tetapi semua mata tertuju ke arah Barat. “Teman-teman tunggu aku…!” teriak Varin dengan terengah-engah “Varin”, dengan serentak semua menyebutkan nama Varin. ”Hah…hah…hah Pak saya kok ditinggal, padahal kan saya belum naik busnya.” “Lho, waktu kamu berangkat duduknya dengan siapa?” “Graysia Pak, seharusnya,dia bilang kalau saya belum naik.
Semua mata tertuju ke arah Graysia, ”apa? Aku kan tidak salah.” Graysia membela diri. “Graysia, sepulang dari sini temui saya.” “Tapi Pak…” “Tapi apa, kamu seharusnya memberi tahu saya, kalau Varin tidak ada, jadi kamu yang bertanggung jawab, bahkan waktu berangkat duduknya di sebelah kamu.” “ Jadi saya dapat hukuman?” “ Iya “
Tampak muka penyesalan dari Graysia, mungkin kamping kali ini adalah kamping yang paling menyebalkan baginya. ”Gara-gara Varin,” gerutunya.

Lomba Cerpen RetakanKata

Lomba Cerpen RetakanKata

Tidak terasa blog RetakanKata hampir berumur satu tahun sejak berdiri pada 15 Februari 2011. Pada usia yang masih sangat belia ini, RetakanKata sudah mempublikasi kurang lebih 125 artikel dalam waktu 10 bulan dan dikunjungi lebih dari 12300 kali. Memang belum berarti apa-apa untuk ukuran sebuah blog. Tetapi semua itu patut untuk disyukuri di tengah berbagai tantangan kesulitan sumber daya manusia pengelolanya dan juga tentu saja sumber daya finansial yang semuanya bergantung pada donasi pendirinya. Semua masih terus berproses untuk dan mewujudkan pembangunan budaya dengan pendekatan sastra. Budaya menulis, budaya membaca, budaya berpikir dan yang lebih penting mengurangi budaya instan.

Nah, dalam rangka peringatan 1 tahun blog RetakanKata dan dalam rangka mendukung pemeliharaan proses berpikir, blog RetakanKata menyelenggarakan lomba menulis cerpen.

Ketentuan Peserta :
  1. Peserta adalah warga negara Indonesia dan memiliki kartu identitas (KTP/KTM/ Kartu Pelajar atau Pasport Indonesia).
  2. Tema: Bebas.
  3. Peserta hanya boleh mengirimkan satu karya cerpen. 


Caranya :
Peserta mengirim email dengan aturan :
  • subyek LOMBA CERPEN RETAKANKATA
  • dikirim ke retakankata@gmail.com
  • email berisi dua file, satu file berisi cerpen yang dilombakan (tanpa mencantumkan nama penulis dalam tulisan cerpen) dan satu file berisi biodata penulis secukupnya, rekening bank, serta hasil scan kartu identitas.Peserta mendaftar dengan cara : submit sebagai follower pada blog RetakanKata dengan menggunakan alamat email yang akan digunakan untuk mengirim CERPEN serta tergabung dalam facebook page RetakanKata (Blog Seni dan Budaya). Pendaftaran lomba ini tidak dipungut biaya alias GRATIS.

Batas akhir pengiriman naskah adalah tanggal 10 Februari 2012 pukul  12.00 siang WIB.



Ketentuan karya :

  1. Cerpen yang dilombakan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik sebagian maupun seluruhnya, baik di media cetak maupun portal dan blog pribadi.
  2. Cerpen tidak sedang diikutkan dalam perlombaan serupa.
  3. Cerpen ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah bahasa Indonesia.
  4. Cerpen adalah karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan sebagian atau seluruhnya.
  5. Cerpen diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman pada kertas A4 dengan spasi 1,5 margin 4,4,3,3, dengan jumlah kata antara 1200 sampai dengan 3500 kata, termasuk judul dan catatan kaki.
  6. Cerpen tidak mencantumkan nama pengarang.

Penilaian Karya :
  1. Penilaian cerpen menggunakan sistem blind review (penulis dan penilai tidak diketahui namanya). 
  2. Unsur utama yang dinilai adalah keindahan, kepadatan (bernas) cerita, dan kebahasaan. 
  3. Cerpen yang tidak memenuhi ketentuan pada butir tiga, secara otomatis gugur. 
  4. Seleksi pertama, akan dipilih 15 (lima belas) cerpen terbaik. 
  5. Seleksi berikutnya, dari lima belas cerpen terbaik tersebut, akan dipilih Juara I dan Juara II. 
  6. Lima belas cerpen terbaik akan dibukukan.
Hadiah :

  1. Juara I Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) ditambah buku kumpulan cerpen lima belas terbaik.
  2. Juara II Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) ditambah buku kumpulan cerpen lima belas terbaik.
  3. Peserta yang cerpennya masuk pada lima belas cerpen terbaik akan mendapat buku kumpulan cerpen lima belas terbaik.

Ketentuan lain:

  1. Semua cerpen yang dilombakan menjadi milik blog RetakanKata dan boleh dipublikasikan di blog RetakanKata.
  2. Lima belas cerpen terbaik menjadi milik bersama yaitu penulis dan blog RetakanKata.
  3. Keputusan juri atas lomba ini tidak dapat diganggu gugat.
  4. Apabila di kemudian hari ditemukan pelanggaran atas ketentuan lomba ini, maka tanggung jawab sepenuhnya ada pada penulis dan dikenai sanksi pencabutan penghargaan sebagai pemenang lomba, serta mengganti kerugian yang ditimbulkan.
  5. Keuntungan dari penjualan buku lima belas cerpen terbaik akan dibagi tiga yaitu, untuk sosial (panti asuhan dan anak jalanan), untuk penulis dan untuk blog RetakanKata.
  6. Ketentuan lain yang mungkin perlu ditambahkan dan hal-hal yang belum jelas akan disampaikan lewat email. Demikian juga dengan pertanyaan, agar disampaikan lewat email.

Selamat Berkarya kawan!
Info selengkapnya : 

NB ! Silahkan Copy paste, dengan tetap mencantumkan sumber dengan backlink ke blog info-lomba.com juga. Trims :-)

Gara-gara Facebook.


Cerita pendek bertema : Gara-gara Facebook.

DUA CINTA…SATU HATI
            Aku mengurungkan niatku untuk bermalam minggu dengan temanku. Aku orangnya tertutup dan jarang bergaul dengan teman-teman. Hanya beberapa orang yang akrab dengan aku.
            We will not go down…”, aku kaget mendengar handphoneku yang bordering di meja kamarku. Aku langsung menuju ke meja itu dan mengangkatnya.
            “Woy…sobat! Kamu ikut nggak begadang bersama kami di pos ronda malam ini”, kata Sil padaku.
            “Hmm,,,Emangnya siapa saja yang ikut?”, kataku serius.
            “Pokoknya teman-teman kita, yaitu Tony, Ryan, kamu sendiri dan aku. Mau nggak ikut?”, katanya meyakinkan aku.
            “Gi mana yah? Masalahnya hari ini aku capek banget, tadi saja aku olahraga di sekolah sehingga aku tidak enak badan. Ndak papa kan?” kataku sopan padanya.
            “Huft…jadi kami hanya tiga orang donk. Okelah tapi minggu depan kamu harus ikut yah.” Katanya agak kecewa.
            “Sip deh…” kataku semangat.
            Aku pun mengambil laptop yang ada di tasku dan membukanya. Aku selalu online setiap hari dan tak pernah absen. Jika ada waktu luang maka aku pun membuka facebookku.
            “Wah…kok banyak juga yang online yah”, kataku dalam hati.
            Aku mulai membaca satu per satu update status dari teman aku. Aku setuju dengan status salah satu teman aku.
            Yang online malam-malam gini berarti ndak punya pacar untuk bermalam minggu berdua”. Aku ketawa dan langsung menyukainya.
            Di saat aku asyik membaca status teman-temanku. Aku kaget melihat ada seseorang yang mengirimkan sesuatu yang trennya dikatakan chatting. Aku pun membacanya.
            Decha  : Hai…Willy! Boleh kenalan nggak? J
            Willy   : Hai juga. Boleh-boleh aja. Anak mana yah?
            Decha  : Ohh…Aku dari Makassar. Kalau kamu?
            Willy   : Aku dari Manado.
            Aku pun membuka profilenya dan melihat foto-fotonya.
            “Wah…kayaknya nih cewek boleh juga.” Kataku senang.
            Willy   : Bisa minta nomor handphonemu nggak? J
            Decha  : Boleh-boleh aja. 085255446XXX…kamu?
            Willy   : Oke…thanks yah. Ini nomor handphoneku 085335214XXX.
            Decha  : Yupz… JJJ
            Malam itu aku sangat senang. Walaupun aku punya seorang kekasih namun tak apalah. Namanya juga anak remaja jadi harus donk punya banyak kenalan.
            Aku pun offline dan langsung meneleponnya.
            “Hai Decha, aku Willy.” Kataku agak malu.
            “Ohh…Kok cepat amat yah nelponnya?” Katanya ketawa.
            “Emangnya salah ya?” kataku sindir.
            “Yah…ndak apa-apalah. Justru aku senang kok.” Katanya semangat.
            By the way, kamu sudah punya pacar ndak? Kataku dengan percaya diri.
            “Emangnya kenapa.” Tanyanya dengan bingung.
            “Yah…cumin bertanya aja.” Kataku serius.
            “Ohh…saya masih single kok. Kalau kamu? Katanya penuh harapan.
            “Kok sama yah…hmm!!! Mau nggak jadi pacar aku?” tanyaku sangat serius.
“Hahahaha…Kamu nggak salah apa? Jangan ngada-ngada. Nanti dimarahi yang punya loe.” Katanya ketawa.
“Aku serius kok. Gi mana?” kataku sambil mempercayainya.
“Huft…bisa tunggu tiga hari nggak. Aku harus pikir-pikir dulu.” Katanya padaku.
“Oke…aku bersedia menunggunya.” Kataku gembira.
Malam ini aku sangat senang. Sebenarnya aku sudah ada yang punya. Tapi selingkuh asyik juga kok. Asalkan dia nggak tahu.
Hari berganti hari hingga tibalah saatnya aku mendengar jawaban Decha.
“Willy…aku mau kok jadi pacar kamu.” Katanya padaku.
“Serius…???”kataku dengan penuh kegembiraan.
“Iyalah…” katanya serius.
“Thank’s God…” kataku dalam hati.
Aku pun menjalin cinta dengan Decha. Dengan adanya situs jejaring social facebook, aku pun memiliki dua cinta dalam satu hati.
                                              JJJJJJJJJJJ










BIODATA
Perkenalkan nama saya Wyllmarz Pasangka. Umur saya 17 tahun. Saya bersekolah di SMA Katolik Makale, Tana-toraja.
Sekian dan terima kasih.
IMG0218A.jpg

           

Sabtu, 14 Januari 2012

Kenali Jalur Undangan Lebih Dekat

JAKARTA - Kamu yang sekarang duduk di kelas XII tentu harus segera mempersiapkan diri menghadapi pendaftaran jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) secara serentak pada 1 Februari mendatang.

Namun, di tengah kesibukan itu, mungkin masih ada beberapa di antara kamu yang belum mengerti mengenai mekanisme, syarat, dan pemahaman jalur undangan. Berikut ulasan mengenai jalur undangan yang perlu kamu ketahui seperti disitat dari laman Unnes, Jumat (13/1/2012).

Apa sebenarnya SNMPTN Jalur Undangan?
SNMPTN Jalur Undangan merupakan mekanisme seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik tanpa ujian tertulis atau keterampilan. Jalur ini tidak termasuk jalur penelusuran minat dan bakat.

Apakah semua sekolah bisa mengikuti jalur ini?
Tidak semua sekolah bisa mengikuti jalur ini. Hanya sekolah yang diundang oleh Panitia SNMPTN yang bisa merekomendasikan siswanya mengikuti seleksi di jalur undangan.

Di mana bisa tahu bahwa sekolahmu termasuk yang diundang?
Daftar sekolah yang diundang bisa dilihat di laman resmi SNMPTN Jalur Undangan (http://undangan.snmptn.ac.id).

Bagaimana jika sekolahmu belum masuk daftar itu?
Kepala sekolahmu dapat mengajukan permohonan resmi kepada Ketua Panitia SNMPTN 2012 dengan menyertakan profil sekolah.

Apa sih syaratnya agar sekolahmu bisa mengikuti jalur ini?
Jalur ini dapat diikuti oleh SMA/SMK/MA/MAK baik negeri maupun swasta yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-SM) atau lainnya, dan atau terdaftar pada basis data SNMPTN 2011.

Jika sekolah saya terdaftar di laman itu, saya sudah pasti bisa mendaftar di jalur undangan?
Belum tentu. Selain duduk di kelas terakhir yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) pada 2012, kamu harus memperoleh rekomendasi kepala sekolah. Selain itu, memiliki kesehatan memadai yang tidak mengganggu pembelajaran di perguruan tinggi serta tidak buta warna bagi program studi tertentu.

Apa syarat untuk mendapatkan rekomendasi kepala sekolah?
Memiliki prestasi akademik tinggi dan konsisten berdasarkan pemeringkatan oleh kepala sekolah, yaitu masuk dalam peringkat terbaik di sekolah yang sama pada semester tiga, empat, dan lima dengan ketentuan berdasarkan akreditasi. Akreditasi yang dimaksud adalah akreditasi sekolah untuk SMA dan MA atau akreditasi jurusan/bidang keterampilan untuk SMK dan MAK.

Ada perinciannya?
Akreditasi A: 50 persen terbaik dan konsisten di semester tiga, empat, dan lima. Akreditasi B: 30 persen terbaik dan konsisten di semester tiga, empat, dan lima. Akreditasi C: 15 persen terbaik dan konsisten di semester tiga, empat, dan lima. Pemeringkatan dilakukan sesuai dengan jurusan IPA, IPS, atau Bahasa Indonesia berdasarkan nilai pelajaran yang diujikan dalam UN tahun 2012.